About

logobaru“Film adalah media terlengkap yang dapat memberi gambaran keragaman dan kompleksitas kehidupan kita” Arifien C Noer.

Pada tahun 2014, lebih dari 100 film cerita diproduksi di Indonesia. Jumlah ini mungkin saja meningkat seiring dengan tumbuhnya generasi penonton dan layar bioskop nasional di masa depan. Namun,  adalah satu kenyataan bahwa hampir seluruh film itu diproduksi dari pusat ekonomi dan politik kita : Jakarta. Sementara kekayaan kawasan timur Indonesia masih terbatas sebagai lokasi produksi film, itupun sangat minimal jumlahnya.

Karena itulah kami sejak 2012 lalu memulai inisiatif  Lokakarya pengembangan dan produksi film cerita bagi pembuat film muda Indonesia Timur,  dengan upaya menampilkan wajah dan karakteristik regional kawasan Timur Indonesia, melalui film. Peserta datang dari Papua, Ambon, Lombok, Palu, Sumba dan tentunya Makassar sendiri.

Para instruktur SEAscreen Academy adalah pembuat film terpilih dari Asia dan Asia Tenggara, yang dengan gembira mengunjungi kota Makassar. Diantaranya adalah para sineas yang menjadi tokoh dalam kemajuan film di negara mereka masing masing. Mira Lesmana, Aditya Assarat, John Torres, Ho Yuhang, Tan Chui Mui, Mouly Surya, Upi dan lain lain.   Bagi kami ini adalah karakter khusus pula bahwa  kami membuka pemahaman akan kondisi terkini dari budaya sinema Asia Tenggara dimana kita adalah bagian penting darinya.  Sehingga menunjukkan kesadaran akan nilai lokal regional sekaligus global dari film.

Pada penyelenggaraan yang ke 4. SEAscreen Academy akan memasuki tahapan baru yang lebih fokus pada pengembangan gagasan Film Cerita Panjang. Ini adalah konsekuensi yang wajar dari perkembangan para peserta dari pelatihan tahun tahun sebelumnya.

Melalui SEAscreen Academy mendorong sinema regional untuk menjadi satu daya dukung bagi terciptanya identitas sinema Indonesia yang lebih utuh. Dan,  dekat dengan keragaman penontonnya.

South East Asia Screen Academy, Sinema Asia Tenggara untuk Pembuat Film Indonesia Timur…